Matchamu (Matcha Latte) : Teman Bersantai Kaum Millenial

(Sumber : Google)

Assalamu'alaikum, halo. Setelah postingan sebelumnya membahas makanan, kali ini Review by Ans akan berbicara mengenai jenis minuman yang dapat dinikmati sembari menunggu hujan reda nih. Minuman ini terinspirasi dari minuman khas Jepang yakni Matcha. Walaupun menyuguhkan rasa ala Jepang, produk ini buatan anak negeri loh. Nama produk ini adalah Matchamu : Matcha Latte yang dibuat oleh perusahaan startup yang berlokasi di Bantul, Yoyakarta.

Saya mendapatkan Matchamu: Matcha Latte ini ketika tengah membeli kebutuhan rumah di salah satu supermarket yang ada di sekitar rumah. Dengan harga Rp. 12.990, saya mendapatkan satu kotak kecil Matchamu: Matcha Latte berbahan kardus yang berisi 3 saset seperti gambar diatas. Kemasan produk ini cukup eye catching dengan menonjolkan warna-warna yang cerah dengan hijau sebagai dominasinya dan gambar yang cukup unik, yakni seorang wanita yang berpakaian khas Jepang dengan memegang gelas berisi Matchamu yang masih mengepul. Jangan khawatir, produk ini sudah tersertifikasi halal MUI serta mengantongi izin P-IRT yang dapat dilihat pada bagian belakang kemasan sachet dari Matchamu: Matcha Latte tepat dibawah tanggal kedaluwarsa. 

Kemasan saset dari produk ini cukup menarik bagi saya. Bentuknya yang persegi panjang sepertinya menyasar konsumen anak muda yang gemar untuk duduk-duduk di cafe bisa tergantikan dengan menyeduh Matchamu: Matcha Latte ini di rumah. Selain itu, bahan yang digunakan juga terbilang unik sebab berbeda dengan kemasan-kemasan minuman saset pada umumnya. Biasanya minuman saset lain dibuat dengan kemasan yang licin, namun kemasan Matchamu: Matcha Latte ini dibuat dengan motif doff. Cukup unik dan kekinian.

(Sumber : Dokumentasi pribadi)
Tampak depan kemasan saset Matchamu: Matcha Latte
 
(Sumber : Dokumentasi pribadi)
Tampak belakang kemasan saset Matchamu: Matcha Latte

Satu saset Matchamu: Matcha Latte ini dapat dinikmati dengan cara hangat maupun dingin sesuai dengan selera masing-masing dan kondisi cuaca di lokasi masing-masing. Untuk dinikmati dengan cara panas, maka Matchamu: Matcha Latte harus dilarutkan kedalam 150 ml air hangat. Sementara untuk dinikmati dengan cara dingin, dapat mengocok Matchamu: Matcha Latte dengan 100 ml air dingin dan nanti dituang kedalam gelas berisi es batu. Dinikmati dengan versi hangat maupun dingin tetap terasa nikmat, tinggal menyesuaikan suasana yang ada saja. Jika hujan deras dan suhu kota sedang rendah, maka menikmati secangkir Matchamu: Matcha Latte hangat menjadi pilihan tepat untuk kamu. Tapi jika matahari sedang terik, maka segelas Matchamu: Matcha Latte dingin lebih nikmat untuk diminum. Saya pribadi lebih sering menikmati versi hangat karena akhir-akhir ini sudah memasuki musim penghujan. 

Aroma yang muncul saat diseduh adalah aroma khas matcha yang tercium seperti daun-daun segar bercampur dengan susu yang manis. Bagi penikmat matcha dan susu mungkin akan menyukai aroma ini karena benar-benar tercium dua komponen itu secara dominan. Warna yang dihasilkan sama seperti yang dibayangkan sebelumnya. Warna hijau tua matcha yang digabung susu sehingga menghasilkan warna hijau kalem yang khas Matchamu: Matcha Latte. Rasa untuk produk ini cukup creamy walaupun tetap terasa matcha, namun memang lebih terasa susu yang creamy. Rasa manis tidak begitu menusuk lidah bahkan terkesan kalem untuk saya yang memang tidak terlalu suka manis. Bagi saya Matchamu: Matcha Latte hangat ini pas sekali jika disajikan bersama gorengan seperti singkong goreng maupun bakwan sayuran. 

(Sumber : Dokumentasi pribadi)

Matchamu ini sebenarnya ada dua varian rasa, yakni Matchamu: Matcha Latte dan Matchamu: Hojicha Latte. Jika Matcha Latte dibungkus dengan warna hijau sebagai dominan, Hojicha Latte didominasi oleh warna coklat. Sejauh ini saya baru mencoba Machamu: Matcha Latte sebab belum menemukan Matchamu: Hojicha Latte. Tapi mungkin rasanya pasti akan sama enaknya dengan yang Matcha Latte.

Penilaian : 9/10

Komentar

Posting Komentar

Silakan komentar positifnya :)

Postingan populer dari blog ini

Eau de Zwitsal : Wangi Lembut Khas Zwitsal

Tanya Pustakawan : Layanan Referensi Virtual Ciamik Milik Perpusnas RI