Review Buku Angsa Liar (Mori Ōgai) : Cinta Terpendam Seorang Gundik


 
(Sumber : Dokumentasi Pribadi)

Assalamu'alaikum, halo. Review by Ans kali ini akan mengulas sebuah buku yang akan membuat penasaran. Buku ini merupakan buku terjemahan dari bahasa Jepang dengan latar Jepang tempo dulu. Untuk penggila hal-hal yang berbau Jepang dan tempo dulu, buku ini menjadi buku yang worth it untuk dibaca.

Menyukai seseorang nyatanya tak semudah yang dipikirkan. Seseorang harus memastikan dan mengulik lebih dalam profile dari orang yang disuka agar rasa penasaran terbayar tuntas. Dan bahkan jika memungkinkan, katakanlah perasaan itu kepada orang yang bersangkutan. Kira-kira begitulah isi dari buku Angsa Liar ini. 

Sudut pandang pada buku ini bisa dikatakan sudut pandang orang ketiga walaupun ada tokoh "aku" didalamnya. Tokoh "aku" sendiri pada buku ini kiranya hanya sebagai pencerita mengenai kisang sang tokoh utama. Tokoh utama yang diceritakan ini bernama Okada一seorang mahasiswa yang cukup berprestasi di Universitas Tokyo一 dan Otama一gundik seorang rentenir yang tinggal dikawasan Universitas Tokyo, tepatnya di Muenzaka.

(Sumber : Dokumentasi Pribadi)

Alur maju mundur kentara sekali pada buku ini. Pada bagian awal, buku ini menceritakan pertemuan antara Okada dan Otama. Namun pada bagian selanjutnya menceritakan latar belakang Otama kemudian bagian berikutnya menceritakan proses kedekatan antara mereka berdua.

Selain menikmati isi dari cerita, buku ini menyajikan pengetahuan berupa istilah-istilah dalam Jepang yang dilampirkan sebagai catatan pada halaman akhir, contohnya seperti Ohaguro yang merupakan istilah dari cara merias bagi wanita yang sudah menikah ditandai dengan gigi yang diwarnai hitam, namun cara ini akhirnya dilarang pada tahun 1870 oleh Pemerintah Meiji.

Alasan tokoh "aku" dapat menceritakan kisah Okada dan Otama berawal dari Okada yang mendiami indekos yang sama dengan tokoh "aku" yakni di Kos Kamijo. Saat itu Okada menjadi penghuni kos teladan karena kharisma dan kecerdasannya sehingga induk semang mereka selalu mengelu-elukan Okada kepada penghuni kos yang lain. Singkat cerita, tokoh "aku" dan Okada menjadi kenal dan berteman cukup dekat saat peristiwa perebutan buku di sebuah toko buku loak. Dari sanalah mereka berdua akrab dan saling bertukar cerita satu sama lain.

Sementa Otama merupakan anak dari ayah tunggal yang berprofesi sebagai penjual permen yang hidup serba sederhana. Awalnya ia menikah dengan seorang Polisi namun akhirnya berpisah karena Polisi tersebut telah beristri. Setelah berpisah dengan polisi, Otama mendapat tawaran untuk menjadi gundik seorang rentenir bernama Suezo. Suezo menawarkan jika Otama bersedia menjadi gundiknya, maka kehidupan Otama dan ayahnya akan lebih sejahtera. Mengingat ayahnya yang tua renta dan masih berjualan permen, Otama ingin ayahnya berhenti bekerja dan menikmati hari tuanya. Dengan pertimbangan yang cukup, akhirnya Otama menyetujui untuk menjadi gundik dari Suezo.

Sejak menjadi gundik Suezo, Otama dipindahkan ke kawasan Muenzaka dan hidup berdua dengan pembantu yang disediakan untuknya. Nah inilah awal dari perkenalan Okada dan Otama yang kemudian menjadikan keduanya beberapa kali saling pandang dan kemudian saling menyukai.

Akhir cerita ini tidak dapat ditebak dan cukup membuat gemas. Okada memutuskan untuk ikut penelitian dosen ke Leipzig, Jerman, tanpa memberitahukan perasaannya pada Otama. Otamapun juga sama, belum sempat mengatakan perasaannya kepada Okada. Mereka menyimpan perasaan yang sama, namun sungkan untuk mengatakannya dan akhirnya malah membuat derita dengan perasaan yang ditumpuk lama.

Teman-teman pembaca ketika pertama kali melihat sampul buku ini pasti akan berpikir yang aneh-aneh namun isi dari buku ini jauh dari yang kalian pikirkan. Pemilihan judul ini juga cukup unik menurut saya. Entah apa yang membuat penulis memberikan judul itu. Mungkin dari sepenggal cerita bagian akhir yang sebenarnya tidak cukup penting dalam inti cerita ini, yakni ketika tokoh "aku", Okada dan salah satu teman mereka bernama Ishihara menangkap angsa liar disebuah kolam sebagai salam perpisahan untuk Okada yang sebentar lagi akan pergi ke luar negeri. 

Satu kata untuk buku ini : Cukup unik dan membuat penasaran. 

Judul              : Angsa Liar
Penulis           : Mori Ōgai 
Penerjemah  : Ribeka Ota
Penerbit         : Moooi Pustaka
ISBN                : 978-623-90185-0-4
Dimensi         : 154 hlm.; 20 cm.
Cetakan Pertama, Juli 2019

Komentar

  1. Jadi pengen baca buku nyaaa😆😆

    BalasHapus
  2. Penasaran deh. Jadi mau baca bukunya

    BalasHapus
  3. Pengen beli bukunyaaa, plus pengen baca jugaaa 😊😊

    BalasHapus
  4. Wah sudut pandang yang dipakai dalam buku ini menarik banget, Ans, karena sepertinya penggunaan "aku" yang menceritakan kisah orang lain masih jarang aku temukan😂

    BalasHapus
  5. Bukunya kayaknya menarik banget ya! Cuma mungkin karena ini bukan genre yang biasa aku baca, aku jadi kurang bisa membayangkan membaca buku ini :')

    Tapi selain menarik, lumayan juga bukunya bisa nambah pengetahuan karena ngasih tau istilah-istilah jepang! Keren!

    Terimakasih ya atas reviewnya! :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Silakan komentar positifnya :)

Postingan populer dari blog ini

Eau de Zwitsal : Wangi Lembut Khas Zwitsal

Tanya Pustakawan : Layanan Referensi Virtual Ciamik Milik Perpusnas RI

Matchamu (Matcha Latte) : Teman Bersantai Kaum Millenial